Tuesday, June 3, 2014

Ujian Kandidasi Proposal Program Doktoral (PhD) di Edith Cowan University



SCHOOL OF NATURAL SCIENCES
SEMINAR SERIES

Friday30thMay20143.30pm

Building19 (Room 19.141) Joondalup
Sutomo

PhD Candidate
VEGETATION PATTERNS AND DYNAMICS OF INDONESIAN TROPICAL SAVANNAS IN RELATION TO RAINFALL GRADIENT, FIRE,GRAZING AND BOUNDARIES
Tropical savannas cover over 20% of the Earth’s surface, with the largest coverage in Africa, Australia and South America.The patterns of savanna plant communities in Indonesia have received little study, but appear to be different from place to place and are worthy of further investigation as to what factors influencthese differences.
The following hypotheses are established: vegetation patterns and dynamics of savannas in Indonesia are largely affected by the rainfall gradient, fire and grazing. Less rainfall results in more frequent fire, and together with grazing, these factors contribute to shaping the plant community. It is hypothesized that there will be a shift in plant communities across the rainfall gradient with more fire-adapted species in drier and more frequently burnt areas.
The study will be conducted in the tropical savannas across Java, Bali and Nusa Tenggara Islands, Indonesia. The savannas stretch along a rainfall gradient (west to east), with precipitation higher in the west. Java Buffalo (Bos javanicus) and deer (Muntiacusmuntjak) are the main herbivores. The sampling design will involve numerous randomly placed plots established in each savanna across the rainfall gradient and, for two areas, aspace-for-time substitution involving recent fire and grazing exclusion. Remote sensing and geographical information system (RS-GIS) tools will also be used to assist in establishing fire history on the savanna sites. Multivariate analysis i.e. Canonical Correspondence Analysis (CCA), Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS), Analysis of Similarity (ANOSIM) and Permutation Multivariate Analysis of Variance (PERMANOVA)will be applied to analyse the patterns.
ALL WELCOME!








Monday, March 17, 2014

ABC News



DR David Goodaall ini adalah salah satu supervisor/advisor/promotor thesis PhD saya di Edith Cowan University. Pertemuan kita berawal di internet. Saat itu saya submit paper ke sebuah jurnal, dimana David adalah salah satu reviewernya. Diskusi berlanjut via emails sampai saya mendapatkan beasiswa S3 ke Edith Cowan University. David punya sejarah panjang di bidang Ekologi, numerical ecology dan Vegetation science, dan siapa nyana usianya akan beranjak ke 100 tahun pada 4 April. Happy Birthday David!

Berikut link liputannya di abc news 17 Maret 2014

http://www.abc.net.au/news/2014-03-17/professor-still-working-on-eve-of-100th-birthday/5327132

-----------------------------------------
Dari Wikipedia:
David William Goodall (born 4 April 1914 in Edmonton, England) is an Australian botanist and ecologist. He was very influential in the early development of numerical methods in ecology, particularly the study of vegetation.

Goodall completed his BSc in 1935 and his PhD in 1941, both at the University of London. In 1948, he moved to Australia to become senior lecturer of botany at the University of Melbourne. 1952-1954, he served as reader in botany at the then University College of the Gold Coast.

He received the DSc degree from the University of Melbourne in 1953. He then returned to England to take the position as professor of agricultural botany at the University of Reading 1954–1956. From 1956 to 1967, he was a research scientist at various CSIRO divisions in Australia, then professor of biology at the University of California, USA, 1967–1968, and professor of systems ecology at Utah State University, USA 1968-1974. For the rest of his career, he was affiliated with CSIRO again, and retired in 1979.[1]

Goodall is still active, currently an honorary research associate at the Centre for Ecosystem Management at Edith Cowan University[2] and Editor-in-Chief of the series Ecosystems of the World.


Wednesday, January 22, 2014

NAK, IBU INGIN BICARA SOAL MILIH-MILIH PEREMPUAN…


July, 2013
Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…
Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.
Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.
Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu  :Contohilah ayahmu.
Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.
Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…
Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.
Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini.  Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.
Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini  adalah  ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan…but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…
Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.
Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah.Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.
Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…
-  Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.
Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakanyang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…
- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.
Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.
Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru.  Take your time… give time enough time.
- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.
Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….
Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.
- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…
Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…
Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.
- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.
Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.
Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.
For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)

Ditulis oleh Ellen Maringka pada kompasiana muda

photo by : Emolight Photography
URL http://emolightphotography.com/nak-ibu-ingin-bicara-soal-milih-milih-perempuan/


Tuesday, December 17, 2013

Buku terbaru : “ECOLOGICAL SUCCESSION ON VOLCANIC ECOSYSTEM OF MOUNT MERAPI INDONESIA AND ITS IMPLICATION FOR RESTORATION”


FOREWORD FROM THE DIRECTOR OF BIOTROP

Indonesia located in the so call “Ring of Fire” which refers to a series of a chain of volcanoes stretching from the west to the east side of the archipelago. One can remember the fierce eruption of Krakatoa, or the Tambora which brought catastrophic destruction of ecosystem, live casualties as well as temporarily changed the weather.
Another active volcano located in Central Java and Yogyakarta is the Merapi. Merapi comes from the word “Meru” which means Mountain and “Api” or fire. The name Merapi signs that this mountain has long eruption history.  Since the 80-s the mountain has erupted several times up until now, one can remember the 1984, 1994, 2006, 2010 were the big eruptions as well as other small scale eruptions. Mount Merapi is unique, type of its eruption is now what volcanologist recognize as the Merapi-type eruption which characterize by the collapse lava dome at the summit and generates a huge pyroclastic flows/”nuees ardentes”  that locals called “Wedhus Gembel”.
There has been abundant research and publication on the geological and hazard mitigation aspects of Merapi however the knowledge about its ecosystem is scant, especially how ecosystem at high elevation recovers following disturbance. The writer here has done a very good job in elaborating the concept of ecological succession, a process that Mount Merapi undergone and how it exists on Merapi, how plant communities interact with each other and their environmental factors such as volcanic soils and then tried to connect a link bet ween the ecological succession of Mount Merapi with the concept of ecosystem resilience, alternative stable states and restoration.
Knowledge gained from this study may also be relevant for other volcanoes in Asia, as there may be similarities between the conditions on Mt. Merapi with other Asian volcanoes in terms of the characteristics of volcanic activity, floristic composition, environmental conditions and interaction between the biotic and abiotic factors in the volcanic ecosystem such as for example, Mount Pinatubo in the Philippines which share the similar”nuees ardentes”.
As the Director of SEAMEO BIOTRPOP I would be glad on publishing this book entitled “ECOLOGICAL SUCCESSION ON VOLCANIC ECOSYSTEM OF MOUNT MERAPI INDONESIA AND ITS IMPLICATION FOR RESTORATION” considering that this book would fill the gap in the literature and therefore be very useful for the scientific community. I congratulate the authors of this book and would highlight the continuing need and importance of research on plant community succession on a volcanic terrain in Indonesia and Asia in general.
Bogor, November 2013

Dr. BambangPurwantara

Wednesday, December 11, 2013

Publikasi 2013

JOURNALS 2013
Sutomo, & Fardilla, D. (2013). Floristic Composition of Groundcover Vegetation after the 2010 Pyroclastic Fire on Mount Merapi. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 19(1), 54-62.
Sutomo, & Fardilla, D. (2012). Survey Awal Komposisi Jenis Tumbuhan Pionir Paska Kebakaran 2012 di Sebagian Kawasan Hutan Gunung Papandayan Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal Al - Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 1(4), 204-208.

Proceeding 2013
Sutomo, & Peneng, I. N. (2013). Struktur dan Komposisi Tumbuhan Bawah di Petak VII C Kebun Raya Eka Karya Bali serta Dominansi Jenis Eksotik-Invasif Eupatorium riparium Paper presented at the Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi, Yogyakarta.
Sutomo, Darma, I. D. P., & Fardilla, D. (2013). Laju Dekomposisi Seresah Daun Dua Jenis Tanaman Reboisasi Altingia excelsa Noronha dan Bischofia javanica Blume di Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Paper presented at the Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi, Yogyakarta.
Sutomo, Fardilla, D., & Lugrayasa, I. N. (2013). Principle Component Analysis Variabel Mikroklimat untuk Mengetahui adanya Efek Tepi pada Kawasan Hutan yang Terganggu di Gunung Pohen Cagar Alam Batukahu Bali. Paper presented at the Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi, Yogyakarta.

Books 2013.
Fardilla, D., & Sutomo. (2013). Ecological Studies in Tropical Forest of Mt. Pohen Bali Indonesia (Vol. 1). Germany: Lambert Academic Publishing.
Sutomo. (2013). Alien and Potentially Invasive Plants on Mount Merapi Volcano. Yogyakarta: Interlude.
Sutomo. (2013). Ecological Succession on Volcanic Ecosystem of Mount Merapi Indonesia and Its Implication For Restoration. Bogor: SEAMEO-BIOTROP.


Monday, November 18, 2013

New Publication on Mount Merapi Exotic Plant Species


Publikasi baru mengenai jenis tumbuhan asing yang berpotensi menjadi invasif di Gunung Merapi. Buku ini mengulas mengenai definis IAS, permasalahan yang ditimbulkannya, bagaimana cara penyebarannya dan apa yang dapat dilakukan. Kemudian dilengkapi pula dengan ulasan mengenai 12 jenis yang merupakan jenis eksotik dan berpotensi menjadi invasif. Salah satu yang menjadi perhatian oleh pihak pengelola Taman Nasional Gunung Merapi saat ini adalah kehadiran jenis asing dari Australia yaitu Acacia decurrens di kawasan paska erupsi Gunung Merapi 2006-2010 yang diperkirakan mampu men take over kehadiran jenis-jenis native. Buku ini adalah bagian dari kegiatan penelitian yang didukung oleh Rufford Small Grants Foundation bekerja sama dengan Kebun Raya LIPI dan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Interlude, Yogyakarta.  Jika berminat dapat menghubungi sutomo.uwa@gmail.com


Wednesday, September 11, 2013

Hutan Pendidikan Konservasi Koesnadi Hardjasoemantri yang didukung oleh Program Bina Lingkungan BUMN Peduli membuka kesempatan bantuan hibah penelitian bagi masyarakat umum dan mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian tentang ekosistem Gunung Merapi.