Sunday, December 2, 2018

Buku baru tentang Ekologi Bedugul

Southest Asia Regional Centre for Tropical Biology SEAMEO – BIOTROP menyelenggarakan International Conference for Tropical Biology ke-3 di Bogor pada tanggal 20 dan 21 September 2018 dengan mengusung tema Conservation, Enhancement and Sustainable Use of Indigenous Tropical Flora and Fauna. Acara yang rutin diselenggrakan setiap dua tahun ini, untuk yang ke-3 ini terasa istimewa karena juga bertepatan dengan anniversary SEAMEO-BIOTROP ke-50. 
Salah satu rangkaian acara utama dalam ICTB-3 dan perayaan 50 tahun Biotrop ini adalah acara peluncuran Buku oleh dua penulis  Affiliate Scientist Biotrop yaitu Dr. Sutomo, M.Sc. dari Kebun Raya “Eka Karya” Bali – LIPI dengan buku berjudul “Ecology of Bedugul Basin Bali” dan Prof Rene Reyes dari Central Luzon State University Philipina dengan buku berjudul “Mushroom pharming”. 
Buku Ekologi Bedugul setebal 94 halaman tersebut adalah kolaborasi Dr. Sutomo dengan penulis lainnya yaitu Ir. I Dewa Putu Darma
, Dr. Wawan Sujarwo, Arief Priyadi, M.P., Rajif Iryadi, S.Si dan Farid K S.Si. Buku ini adalah bunga rampai kegiatan-kegiatan penelitian ekologi dan etnobotani yang dilakukan di kawasan cekungan terkungkung Bedugul dari semenjak tahun 2005 sampai dengan 2017. Diharapkan ke depannya buku ini dapat berkontribusi dalam melengkapi informasi ilmiah mengenai kawasan Bedugul sehingga dapat terwujud sustainable management yang mengintegrasikan berbagai aspek terutama aspek lingkungan.


Tuesday, October 23, 2018

ETNOEKOLOGI TUMBUHAN PEWARNA DI NUSA PENIDA


Nusa Penida adalah Pulau yang terletak disebelah Tenggara Pulau Bali, dipisahkan oleh Selat Badung. Selain NP terdapat pulau Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang kesemuanya termasuk dalam Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.
Pulau Nusa Penida sebgaian besar kawasannya adalah kawasan Karst. Topografi karst adalah bentukan rupa bumi yang unik dengan kenampakan atau fenomena khas akibat proses pelarutan dan pengendapan kembali CaCO3 diatas dan dibawah permukaan bumi. Jenis tanah yang dominan di Pulau Nusa Penida adalah jenis tanah mediteran coklat merupakan jenis tanah yang bahan induknya berupa batuan kapur.
Di Pulau Nusa Penida tidak terrdapat adanya sungai. Sebagai sumber air, penduduk setempat hanya memanfaatkan beberapa mata air yang tidak banyak serta menampung air hujan pada cubang-cubang. Umumnya musim kering bertahan lebih lama dibanding musim hujan. Dengan demikian air menjadi sumber permasalahan yang utama di Nusa Penida. Berdasarkan kalisifikasi iklim menurut Schmidt dan Ferguson Nusa penida termasuk dalam kategori tipe iklim E (agak kering) dimana pada bulan basahnya hanya terdapat presipitasi maksimal 60 mm atau dibawahnya.
Penelitian dilakukan di beberapa desa di Pulau Nusa Penida. Lokasi penelitian secara topografi bervariasi yaitu dari mulai elevasi 17 meter diatas permukaan laut hingga ke puncak tertinggi di Pulau Nusa Penida yaitu Bukit Mundi pada ketinggian 529 mdpl. Pada Bulan Oktober saat kami melkaukan penelitian, rerata suhu udara adalah 31-39 C dengan kelembaban udara berkisar antara 62 sampai dengan 77%. Pada tanah – tanah dimana terdapat vegetasi yang kami ukur, pH selalu ada pada rentang nilai 7 atau netral dengan kelembaban tanah yang rendah yaitu antara 2 sampai dengan 30%.

Pada desa – desa seperti Sompang, Mundi, Bayuh dan Karangsari, dibuat plot pengamatan jenis tumbuhan, utamanya jenis tumbuhan target yaitu sumber pewarna alami serta jenis-jenis lainnya yang ada disekitarnya. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan diantara desa-desa tersebut dalam hal komposisi jenis tumbuhannya. Sebagai contoh, Desa Sompang dan Desa Mundi meiliki tingkat ketidakmiripan yang tinggi sekitar 70% dalam hal komposisi jenis tumbuhan. Dimana di Desa Sompang ditemukan jenis Gosypium atau kapas meksiko yang merupakan sumber utama untuk pembuatan benang untuk kerjainan kain tradisional Nusa Penida, sedangkan di Desa Mundi jenis ini tidak ditemukan. Sedangkan di Desa Mundi, dijumpai adanya jenis Artocarpus yang merupakan salah satu jenis pewarna alami untuk kain tradisional tersebut, dimana di desa Sompang jenis tumbuhan ini tidak dijumpai. 






Tuesday, July 31, 2018

Publikasi Species Distribution Modelling menggunakan BCCVL

Sutomo & van Etten E. (2017) Species distribution model of invasive alien species Acacia nilotica for Central-Eastern Indonesia using Biodiversity Climate Change Virtual Laboratory (BCCVL). Tropical Drylands 1, 36-42.

Fulltext: https://smujo.id/td/article/view/1644/1580


Thursday, September 8, 2016

Kegiatan Research Week di ECU akan dimulai 19 September sampai dengan 23 September 2016.
Kegiatan ini terdiri dari banyak program dan aktivitas untuk men-showcase berbagai kegiatan penelitian yang ada di ECU. Untuk lebih jelasnya dapat meng-klik link berikut ini

http://www.ecu.edu.au/research/week/overview


Ecosummit conference di Le Corum, Montpellier, France, tanggal 

29 August - 1 September 2016, PPT slides sudah bisa didownload di link berikut



Thursday, May 5, 2016

Socialising Your Research



"Whether your future lies in academia or other professions, building and maintaining a scholarly and professional profile online can be an
important and strategic part of candidature. If a potential collaborator or employer can’t Google your name and discover details of research expertise and
how to contact you, then for many people you don’t exist! In this workshop Dr Leaver will give an overview of the tools available for building an online
presence (blogs, social networks, bespoke profiles such as Academia.edu, citation presences such as Google Scholar) and examine some of the questions it’s worth asking before you leap online, including: should I set up a blog? Which
free tools are best for me to establish an online presence? Who owns my writing or pictures if I post them online? Are Facebook or Twitter useful tools for networking with colleagues and scholars? How do you balance Facebook as a
place for sharing personal information versus a place for building a scholarly profile? What exactly is Twitter, what’s a conference ‘backchannel’, and
why do more and more academic conferences have an official “hashtag”?"

http://www.ias.uwa.edu.au/conf/socresearch

INSPIRE workshop

This workshop was the second session of the two sessions of GREAT-INSPIRE workshop program on “How to write Journal Articles in Sciences” held at Murdoch University in 20 April 2016. The session was presented by Dr. Angus Morrison Saunders and Mike Hughes.


The workshop began with a recap from the first workshop  followed by a presentation of new materials and a practice session. The following points are a summary of the materials:
   1.The key ingredients of a good journal paper are in the abstract, introduction, method, results, discussion and conclusion components.    
        2.      How to use the structure and sections to create a narrative:
Title                     = Your title should relate to your main findings
Introduction      = End with a very clear set of specific research questions.
Method              = Relate everything you talk about to the research questions and do not swap the order from the introduction.
Results               = Answer your research questions in the same order you presented them.
Discussion        = Discuss your research questions in the same order you originally presented them. It is essential that you come back to the same ideas you laid out in your introduction.
    3. According to the presenters, the most important aspect of a journal paper is the title and abstract. By creating a good title and abstract, it will increase the chance of getting cited. This is because your abstract will be available to your readers in the on-line version whether or not the readers have access to the full text, therefore you can still get cited based upon your abstract.
   4.Title and abstract must also entice your readers to read the entire article. Your title should relate to your main findings. You should think about the take home message that you want your readers to read in your abstract. The Abstract may also be the only thing that a reader looks at, therefore, give them your findings.
  5. Abstract is a “mini paper”. It is a distillation of the four major segments in your paper (Introduction, method, results and discussion).Start with the real issue in the first sentence of your abstract. Keep the abstract short perhaps less than 200 words. A good abstract maybe just seven or eight sentence. The composition are as follow:
Background       = 1 sentence
Aim                      = 1 sentence
Method               = 1 sentence
Results                = 3 to 4 sentences
Conclusion         = 1 or 2 sentence(s)
In the practice session, participants were given the opportunity to read aloud their own abstract. They were asked about how successful they think their abstract is and comments were invited from other participants as well as feedback from the presenters.