Friday, November 21, 2014

Presentations

Beberapa presentasi saya:

https://www.facebook.com/video.php?v=10204910327499983&l=3573408045444405503


Wednesday, October 22, 2014

Grazing animals at Baluran Savanna







Baluran Savanna

Indonesia memliki keanekaragaman ekosistem yang menarik dan tidak kalah dengan yang lainnya. Salah satu tipe ekosistem yang patut dibanggakan adalah ekosistem savana. Savana adalah tipe ekosistem di dataran rendah, atau dataran tinggi, dimana komunitasnya terdiri dari beberapa pohon yang tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi oleh suku rumput-rumputan. Savana memiliki peran penting dalam kehidupan. Beberapa daerah savana merupakan landscape dominan yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal subsisten, budaya, serta sebagai habitat satwa termasuk mamalia besar seperti banteng, gajah, jerapah, dan herbivora lainnya. Dengan demikian savana memiliki peran sebagai pool biodiversity. Savana dinamai berdasarkan jenis pohon yang mendominasinya. Misalnya ada savana pilang (Leucaena leucocephala), savana lontar (Borassus flabellifer), dan sebagainya.
Savana adalah ekosistem yang biasanya terdapat pada belahan bumi tropis dan sub-tropis. Savana menutupi hampir 20 persen dari bagain Bumi. Selama ini savana dikenal luas oleh publik, terdapat di Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Sedangkan savana di Asia dikenali terdapat di India, Birma dan Thailand.
Indonesia sebenarnya memiliki eksosistem savana. Namun selama ini belum banyak diketahui bahkan oleh kalangan ilmiah internasional.
Salah satu ekosistem savana yang patut dibanggakan adalah ekosistem savana di Taman Nasional Baluran.

Akan tetapi kini keberadaan savana di dalam kawasan yang sering disebut sebagai Africa van Java ini semakin terancam. Invasi jenis asing eksotik Acacia nilotica menyebabkan penurunan jumlah areal savana hingga ribuan hektar.


 

Monday, September 1, 2014

Savana di Taman Nasional Bali Barat

Indonesia memliki keanekaragaman ekosistem yang menarik dan tidak kalah dengan yang lainnya. Salah satu tipe ekosistem yang patut dibanggakan adalah ekosistem savana. Savana adalah tipe ekosistem di dataran rendah, atau dataran tinggi, dimana komunitasnya terdiri dari beberapa pohon yang tersebar tidak merata dan lapisan bawahnya didominasi oleh suku rumput-rumputan. Savana memiliki peran penting dalam kehidupan. Beberapa daerah savana merupakan landscape dominan yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal subsisten, budaya, serta sebagai habitat satwa termasuk mamalia besar seperti banteng, gajah, jerapah, dan herbivora lainnya. Dengan demikian savana memiliki peran sebagai pool biodiversity. Savana dinamai berdasarkan jenis pohon yang mendominasinya. Misalnya ada savana pilang (Leucaena leucocephala), savana lontar (Borassus flabellifer), dan sebagainya. Savana di Indonesia terdapat di beberapa daerah. Yang paling terkenal dan cukup banyak diulas adalah savana di Taman Nasional Baluran di Jawa Timur. Savana di Baluran juga dikenal sebagai "Africa van Java" atau secuil Afrika di Pulau Jawa. 
Selain di Baluran, Savana juga terdapat di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, serta di Provinsi NTT, seperti di Pulau Sumba. 
Di kawasan Taman Nasional Bali Barat, terdapat savana Pilang dan Savana Lontar. Savana pilang dengan pohon Leucaena nya diketahui merupakan tempat yang disukai oleh Jalak Bali, Burung endemik Pulau Bali, Indonesia yang merupakan burung kategori Critically Endangered dalam red list IUCN. Namun kini sebagian besar savana di kawasan ini mulai terinvasi oleh jenis asing invasif seperti Lantana camara dan Chromolaena odorata. 







Tuesday, June 3, 2014

Ujian Kandidasi Proposal Program Doktoral (PhD) di Edith Cowan University



SCHOOL OF NATURAL SCIENCES
SEMINAR SERIES

Friday30thMay20143.30pm

Building19 (Room 19.141) Joondalup
Sutomo

PhD Candidate
VEGETATION PATTERNS AND DYNAMICS OF INDONESIAN TROPICAL SAVANNAS IN RELATION TO RAINFALL GRADIENT, FIRE,GRAZING AND BOUNDARIES
Tropical savannas cover over 20% of the Earth’s surface, with the largest coverage in Africa, Australia and South America.The patterns of savanna plant communities in Indonesia have received little study, but appear to be different from place to place and are worthy of further investigation as to what factors influencthese differences.
The following hypotheses are established: vegetation patterns and dynamics of savannas in Indonesia are largely affected by the rainfall gradient, fire and grazing. Less rainfall results in more frequent fire, and together with grazing, these factors contribute to shaping the plant community. It is hypothesized that there will be a shift in plant communities across the rainfall gradient with more fire-adapted species in drier and more frequently burnt areas.
The study will be conducted in the tropical savannas across Java, Bali and Nusa Tenggara Islands, Indonesia. The savannas stretch along a rainfall gradient (west to east), with precipitation higher in the west. Java Buffalo (Bos javanicus) and deer (Muntiacusmuntjak) are the main herbivores. The sampling design will involve numerous randomly placed plots established in each savanna across the rainfall gradient and, for two areas, aspace-for-time substitution involving recent fire and grazing exclusion. Remote sensing and geographical information system (RS-GIS) tools will also be used to assist in establishing fire history on the savanna sites. Multivariate analysis i.e. Canonical Correspondence Analysis (CCA), Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS), Analysis of Similarity (ANOSIM) and Permutation Multivariate Analysis of Variance (PERMANOVA)will be applied to analyse the patterns.
ALL WELCOME!








Monday, March 17, 2014

ABC News



DR David Goodaall ini adalah salah satu supervisor/advisor/promotor thesis PhD saya di Edith Cowan University. Pertemuan kita berawal di internet. Saat itu saya submit paper ke sebuah jurnal, dimana David adalah salah satu reviewernya. Diskusi berlanjut via emails sampai saya mendapatkan beasiswa S3 ke Edith Cowan University. David punya sejarah panjang di bidang Ekologi, numerical ecology dan Vegetation science, dan siapa nyana usianya akan beranjak ke 100 tahun pada 4 April. Happy Birthday David!

Berikut link liputannya di abc news 17 Maret 2014

http://www.abc.net.au/news/2014-03-17/professor-still-working-on-eve-of-100th-birthday/5327132

-----------------------------------------
Dari Wikipedia:
David William Goodall (born 4 April 1914 in Edmonton, England) is an Australian botanist and ecologist. He was very influential in the early development of numerical methods in ecology, particularly the study of vegetation.

Goodall completed his BSc in 1935 and his PhD in 1941, both at the University of London. In 1948, he moved to Australia to become senior lecturer of botany at the University of Melbourne. 1952-1954, he served as reader in botany at the then University College of the Gold Coast.

He received the DSc degree from the University of Melbourne in 1953. He then returned to England to take the position as professor of agricultural botany at the University of Reading 1954–1956. From 1956 to 1967, he was a research scientist at various CSIRO divisions in Australia, then professor of biology at the University of California, USA, 1967–1968, and professor of systems ecology at Utah State University, USA 1968-1974. For the rest of his career, he was affiliated with CSIRO again, and retired in 1979.[1]

Goodall is still active, currently an honorary research associate at the Centre for Ecosystem Management at Edith Cowan University[2] and Editor-in-Chief of the series Ecosystems of the World.