Saturday, November 24, 2007

Swap Mart, Fremantle dan Tempe


Winter 2007
Hari itu saya bangun pagi sekali meskipun hari minggu. Ya karena pagi ini saya ingin jalan ke swap mart di Kardnya dan menyusuri bagian selatannya Perth.
Meskipun sedang musim dingin tetapi udaranya masih cukup nyaman dengan sinar matahari yang malu-malu mengintip.
Swap mart adalah pasar kaget yang rutin digelar setiap hari minggu pagi mulai pukul 6 hingga 11 siang di beberapa sudut kota Perth. Kardnya adalah salah satu kawasan yang masuk dalam bagian City of Melville di sebelah Selatan Perth dan Swan River. Di dekat sini tepatnya di South street berdiri Universitas tertua di Australia setelah the University of Western Australia yaitu Murdoch University.
Oh ya balik lagi ke Swap Mart ya disini banyak dijual barang-barang second hand dengan kualitas yang masih baik dan harga yang sangat miring. Jenis dagangannya bermacam-macam dari mulai pakaian dan sepatu, alat-alat rumah tangga, alat-alat elektronik, buku-buku, tanaman hias hingga mainan anak-anak. Tidak heran setiap hari minggu bila hari cerah pasar ini ramai dikunjungi orang mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak hingga mahasiswa asing yang selalu ingin serba ngirit seperti saya hehehe. Lumayan hari itu saya dapat beberapa buku, sebuah raket tenis dan sebuah helm untuk bersepeda semua dengan harga kurang dari 10 dollar not bad lah
Puas di swap mart saya bejalan ke halte bus to catch a bus to Fremantle. Kenapa Fremantle? Well sejak pertama kali saya berkunjung ke kota ini saya selalu ketagihan untuk selalu kembali mengunjunginya. Fremantle atau ‘Freo’ adalah sebuah kota pelabuhan di Western Australia yang terletak di muara sungai Swan sekitar 19 km Barat Laut Perth. Didirikan pertama kali tahun 1829 dan kini populasinya sekitar 26,000 orang. Kota ini terkenal dengan atmosfer cosmopolitannya dengan nuansa Eropa Selatan yang sangat kental terutama nuansa Italia. Kita dapat berjalan menyusuri lorong-lorong kota ini dan serasa berjalan kembali ke masa lalu dengan gedung-gedung kunonya. Lalu dengan mudahnya pula kita bisa berjalan menuju ke pelabuhan dan pantainya dimana terdapat seafoodnya yang menggugah selera, semua dalam jangkauan berjalan kaki. Ada juga bus khusus yang rutenya mengelilingi kota Fremantle dan tidak perlu membayar alias gratis! Namanya Fremantle CAT Bus. Rute-rutenya salah satunya adalah melewati the Western Australia Maritime Museum dimana ada display replica kapal selam alias submarine dengan ukuran yang sebenarnya!
Setelah mengisi perut dengan fish and chips di Kaili’s restaurant near the harbour, saya teringat untuk mencari oriental shop untuk masak dinner malam nanti. Setelah berjalan mengubek-ubek blok-blok kota akhirnya saya menemukan sebuah toko Asian atau oriental shop. Lumayan besar dan cukup lengkap. Berbagai macam bumbu masakan dari Indonesia seperti Indofood dan Bamboe hingga Jahe Wangi Instan pengahangat badan saat winter dapat saya temukan disini. Saat sedang mengamati bakso di kulkas saya terperanjat menemukan sebuah bahan makanan yang sangat familiar, terbuat dari kacang keledai yang difermentasi alias….tempe waaah senan sekali rasanya saya bisa menemukannya karena amat jarang sekali bisa mendapatkan tempe di sini. Paling banter hanya tahu tapi tidak tempe. Langsung saya ambil dua buah tempe seharga 3 dollar. Yah kalau di Indonesia mah tempe 2000 perak juga dapat tapi disini harganya bisa jadi 25ribu rupiah per satu tempe hehehe tapi ga apa deh yang penting kerinduan akan balado tempe terobati hehehe.
Dalam perjalanan pulang saya kembali mampir di Fremantle market untuk membeli sayuran dan buah-buahan murah. Freo market ini termasuk salah satu bangunan di awal terbentuknya kota ini. Pasar ini mulai ada sejak tahun 1897 hingga sekarang. Bila weekend seperti ini apalagi menjelang sore biasanya para pedagang buah dan sayur mulai banting harga nah saat itulah saya mulai hunting sayur dan buah yang masih bagus lumayan kan bisa ngirit :) Menjelang sore saya sudah berada di dalam bus menuju Winthrop dimana saya tinggal. well itulah perjalanan saya sehari berputar-putar di Kardinya dan Fremantle. Kini selain romansa nuansa eropa kuno dan pantainya ada satu lagi yang membuat saya ketagihan dengan Freo yaitu tidak lain adalah.....Tempe!

Wednesday, November 14, 2007

Restorasi ekosistem

Cagar Alam salah satu bentuk kawasan hutan konservasi, artinya kawasan ini memiliki fungsi untuk perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan kawasan serta tempat berbagai jenis flora dan fauna. Cagar alam merupakan salah satu bentuk hutan hujan tropis yang masih tersisa di antara sekian banyak hutan tropis Indonesia yang telah rusak. Potensi keanekaragaman hayati yang dikandungnya memiliki peran dan posisi yang penting dalam peta biodiversitas Indonesia. Telah diketahui bahwa bahkan di dalam hutan alam yang telah mencapai klimaks pun, kondisinya tidak statis akan tetapi dinamis. Karena beberapa sebab alami maupun anthropogenic-driven dapat membuat eksositem yang sehat ini berubah menjadi eksosistem yang terdegradasi. Kita memang mengakui bahwa disturbances atau gangguan tersebut terkadang diperlukan bagi keberlanjutan beberapa spesies untuk berkembang biak seperti halnya Pinus merkusii yang memang tumbuh baik di daerah yang secara frekuensi sering terbakar atau prescribed burning. Namun kini gangguan hutan karena sebab manusia atau antropogenic-driven disturbances semakin menjadi trend. Penambangan di daerah kawasan konservasi baik legal maupun illegal mulai merambah kawasan dan mengubah eksosistem menjadi habitat yang terdegradasi. Sedikit atau banyak, kerusakan hutan tetap akan berpengaruh terhadap banyak hal. Antara lain kekhawatiran akan bertambah parahnya tingkat pemanasan global, perubahan iklim, bencana alam kekeringan, banjir dan tanah longsor. Kondisi ekosistem hutan yang sudah terdegradasi serta mengalami deforestasi menuntut segera dilakukan upaya pemulihan sehingga kawasan hutan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan. Kasus yang pertama sering disebut juga sebagai suksesi primer, sedangkan kasus kedua disebut sebagai suksesi sekunder. Dengan demikian suksesi ekologi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. Menyusul adanya sebuah gangguan, suatu ekosistem biasanya akan berkembang dari mulai tingkat organisasi sederhana (misalnya beberapa spesies dominan) hingga ke komunitas yang lebih kompleks (banyak spesies yang interdependen) selama beberapa generasi Restorasi adalah pengembalian suatu ekosistem atau habitat kepada struktur komunitas, komplemen alami spesies, atau fungsi alami aslinya (WRI, IUCN, UNEP; 1995). Retorasi, merupakan pemulihan melalui suatu reintroduksi secara aktif dengan spesies yang semula ada, sehingga mencapai struktur dan komposisi spesies seperti semula. Tujauannya untuk mengembalikan struktur, fungsi, kenekragaman dan dinamika suatu ekosistem yang dituju (Society for Ecological Restoration 199 dalam Primack, R.B. dkk, 1998).